Menorehkan Luka – oleh Riza Aulia Akfiyani

Kau ibarat seekor karnivora Kapan saja terlihat mangsa yang getas Kau langsung bersiap siaga Melontarkan kata-kata yang pedas Apakah kau menikmatinya? Menorehkah luka dengan pisau cibiran Mencakar-cakar raga dengan kuku hinaan Mencabik-cabik jiwa dengan taring remehan Terkadang ingin aku bisa mendengarnya Apa yang ada di pikiranmu? Apa yang membuatmu tak menyukai semua? Sedang mereka, tak […]
Baca puisi selengkapnya…

 

Waktu Adalah Musuh Terbesarku – oleh Riza Aulia Akfiyani

Waktu adalah musuh terbesarku Karena waktulah yang memisahkanku denganmu Aku tak berdaya ketika waktu menelanmu Meninggalkan tetesan kesedihan yang tak berujung Dahulu waktu pernah memperkenalkanku pada setitik cinta Dimana setitik cinta itu akhirnya berkembang menjadi sebuah telaga Telaga cinta, itulah tempat kita bernaung Mengarungi hari penuh kenikmatan Tak ada satu pun yang aku takutkan Ketika […]
Baca puisi selengkapnya…

 

Peduli atau Egois – oleh Riza Aulia Akfiyani

Entah karena aku peduli… Atau karena aku egois… Aku tak suka caramu menutup luka Kau rapuh tapi berpura-pura seperti baja Tak apa jika semua orang tahu Tentang lukamu yang kini sudah membiru Senyummu tawamu sungguh bahagia Tapi pandangan matamu sendu Bicaramu indah penuh makna Tapi di mataku kau semakin terlihat pilu Mungkin kau tak pernah […]
Baca puisi selengkapnya…

 

Kekosongan – oleh Riza Aulia Akfiyani

Suatu ketika tatkala sepi sedang mencekam Dan malam yang sendirian tak berbulan berbintang Aku duduk diam berpangku tangan Menikmati kekosongan yang tak pernah terisi Tak ada suatu hal yang mampu membuat bergejolak Karena yang terjadi hanya mampu membuatku mendesah Ku tatap tajam langit malam yang membisu Tak ceria juga tak berduka Tak seperti biasa yang […]
Baca puisi selengkapnya…

 

Dua Ratus Ribu Kami – oleh Riza Aulia Akfiyani

Dua ratus ribu Itulah sumber penghidupan kami Harga yang dibilang sangat sedikit Atau bahkan tidak layak dipandang Tapi kami tetap bersyukur Dan tetap bekerja dengan giat. Kemudian suatu kabar datang menghampiri Pabila kami semua sedikit bisa bernafas lega Karena kami bisa menikmati hasil dari yang lain Tapi apa daya… Kami hanyalah orang kecil. Pada akhirnya […]
Baca puisi selengkapnya…

 

Tak Berjodoh – oleh Riza Aulia Akfiyani

Tak kuasa ku palingkan pandanganku darimu Daya tarikmu begitu kuat Serasa ada getaran yang mengharuskanku terus memandangmu Bahagia, jelas sekali terpancar dari senyumanku Dan semakin lama semakin ku akui ku jatuh hati Kau… Entahlah, semua terlihat begitu menarik Walau hanya bisa ku pandang kau dari belakang Karena perbedaan letak kursi kita Entah kau sadar atau […]
Baca puisi selengkapnya…

 

Rindu Yang Hilang – oleh Riza Aulia Akfiyani

Bukan hak ku lagi untuk menyampaikan Karena aku yang memilih untuk hidup dengan perasaan datar Ku biarkan kau terbang bebas menggapai mimpi Dan ku pilih jalan berbeda denganmu Aku… tak lagi berada disampingmu Bukan karena tak cinta atau tak ingin Tapi ketika Tuhan tak mendukung pertemuan kita Aku menyerah saat itu Dan ku lepaskan kau […]
Baca puisi selengkapnya…