Tag: Rivi Hamdani

Kenaifan ( Hati Yang HIlang ) – oleh Rivi Hamdani

Maafkan aku yang meninggalkan cintamui Meninggalkanmu bukan karena mereka tapi karena kebodohanku semata Bodoh dengan cintamu yang setia Buta dengan sayangmu yang teramat tulus Aku hilang dalam kenaifan Dalam derap alunan langkah lunglai Namun kau masih menantiku di kotamu Diantara rindu yang terselip pada airmata Bertarung memecahkan sejuta tanyamu Mengapa aku berlalu pada setiamu yang […]

Di Uji Waktu – oleh Rivi Hamdani

Balada cinta bersamamu barek ata sengaji Penuh duri menebar dilangkah kaki yang rapuh Senyum mereka tak seramah yang ku lihat Sapa mereka tak seindah yang ku kenal Kini, aku begitu asing dimata mereka Mereka menghadang jalanku dengan masa lalu Apakah asmara selalu berakhir dengan hinaan ? Ataukah jalinan cinta harus teekoyak oleh potret masa lalu […]

Kisahku Denganmu – oleh Rivi Hamdani

Mengenalmu dengan nama ayu Hempaskan senyum terbaikmu Memecahlah suasana batinku Lama membeku di sudut rindu Mataku nakal slalu menatapmu Diam memuji gemulai laku Kisahmu pernah ku dengar Dari para pecinta lain Slalu menuai kepahitan Namun jiwamu tegar Kau pinta seorang imam Menjaga hatimu kuat tergenggam Aku takjub sebentar .. Seraya melabuhkan pinta padaNya Someday … […]

Memeluk Senyummu – oleh Rivi Hamdani

Mencoba hadirkan seraut wajahmu diangan Sembari melukis senyum sederhanamu Berlinang penuh kenangan Dalam diam di sepi malamku Sujudku seribu doa Sajadahku lusuh tak tertata Dzikirku rapuh penuh pinta Mohon keadilan padaNya Hatiku terpasung duka Takutku menari di ujung syahadat Tenggelam di sepi jiwa Merangkai tanya tiap kalimat Doa adalah caraku memelukmu Senyummu adalah penawar meniti […]

Ayu ( Someday ) – oleh Rivi Hamdani

Begitulah aku mengenal namamu dari senyumanmu Begitulah aku mengagumimu karena kesederhanaanmu Entah apa yang aku rasakan saat ini Tak banyak pula yang aku pahami Ayu, Aku begitu memahami dengan diriku padamu Tak semudah ku balikkan telapak tanganku Memilikimu adalah apa yang menjadi imajinasi Bahkan rasa yang menghampiri, tak dapat kupungkiri Ayu, Aku masih sebatas memandangmu […]

Puisi © 2015