Tag: Nidya Juwita Roza

Kurengkuh Senja Untukmu – oleh Nidya Juwita Roza

Advertisement Lantaran kau tak melihat jingga keemasan senja tadi Pipi langit berubah merona malu Di semburat itu tergantung rinduku Memanggilmu pulang untuk bergegas datang Andai kau lihat matahari malang itu Yang membenam diterkam malam Begitu juga dengan aku Kau tau, senja adalah kesedihanku Di antara detik perpisahan siang dan malam Aku adalah terang yang ditelan […]

Untukmu yang kurindukan – oleh Nidya Juwita Roza

Lagi-lagi hanya rasa ini yang kurasakan Masih menjadi penghuni tetap di hatiku Rasa itu ialah rindu Rindu yang masih berlayar tak kunjung temukan dermaganya Sedang terombang-ambing bersama penantianku Menunggu yang kurindukan berlabuh di dermagaku Mengabadikan rindu dan hatinya di hatiku selamanya Kan kubiarkan rindu ini tumbuh semakin besar Meski ini adalah rindu Rasa yang mampu […]

Tangis Dalam Sujudku – oleh Nidya Juwita Roza

Malam ini aku menangis mengingatmu Terisak dalam sujud menyebut namamu Tak henti bibirku bergetar mendoakanmu Berharap kau selalu sehat dan selamat Dilindungi Tuhan dalam bahaya Dimudahkan dalam sulit Dilancarkan dalam sukar Ada kebahagiaan yang kusimpan dalam doa untukmu Semoga kesempatan bisa menjadi jalan petemuan Terlalu lama terabaikan rasaku Terlalu lama kosong hatiku Takut bila nanti […]

Tak Lagi Sama – oleh Nidya Juwita Roza

Kusadari tak ada pelangi hari ini Sederas hujan sore ini Selebat tetes air yang jatuh menghantam bumi Matahari telah bersembunyi diselimuti erat awan Yang diam-diam tertidur dalam dekapan samudera Kurasakan sambaran yang sama seperti kilat di cakrawala gelap Terduduk lemah tak sengaja jatuhkan tangis Meringkuk di sudut bilik seraya terisak menyedihkan Tersedu tak berhenti seperti […]

Kesempatan Sia-sia – oleh Nidya Juwita Roza

Inilah akhir dari pertemuan kita Tibalah saat berpisah yang ditunggu-tunggu Karena kau terlalu menyia-nyiakan kesempatan Sisi terbaik yang bisa kau menfaatkan saat bersamaku Waktu yang habis sia-sia belaka Kau terlalu asik bermain dengan kelalaianmu Mengabaikanku dalam kesempatan baik yang pernah ada Namun saat kau tersadar dari kelalaianmu Sayangnya aku terlalu lelah memberi kesempatan kedua Aku […]

Puisi © 2015