Tag: Muh Shodiq Masrur

AISME – oleh Muh Shodiq Masrur

Semenjak rindu mengisi penuh di sebagaian dinding hati Perasaan aku mulai suka mendengarkan rindu berpuisi Dia datang menjelma sebagai perangkap rindu Atau untaian sua hening melengking tinggi menyapa wahyu Yang tersirat begitu terang dari kedua pelupuk matamu Semacam itu aku menyentuh rindu Supaya disampaikan melalui muara seluruh sungai yang mengantarkan airmata seorang penyair, berupa kicauan […]

Tapi Kau Bukan Rembulan – oleh Muh Shodiq Masrur

Bahkan rembulan yang secantik tadi malam pun berdusta Tapi kau bukan rembulan Aku tahu itu dari balik angin yang harum semerbak menyusup di celah-celah jendela Dengan mempercayaimu segampang hembusan nafas, aku tersengal di tengah perselisihan antara celoteh anak manusia, yang berdebat siapa pemilik rembulan Aku pun pergi, melangkahkan kaki mengikuti harumnya cahaya Sesampainya di seberang […]

Aku Ingin Menyapa Perempuan Itu – oleh Muh Shodiq Masrur

Awan putih di dinding langit kamarku mulai mendung mengambarkan duka Sinar lampu menerangi sketsa gambar wajah seorang perempuang yang sedang merenung, di balik bola mata yang berkaca kitab-kitab berceloteh dengan ramah, Beberapa butiran tasbih juga, ditinggal diatas sajadah Sungguh rapi, sarung masih saja dilipat dibawah Bulir-bulir bening serupa airmata Masih saja menempel lengket di pipi […]

Kotaku Sudah tak Ramah Lagi – oleh Muh Shodiq Masrur

Kotaku tak senyaman dulu Pohon jiwaku telah ditebang Tanah lapangku hilang beserta suara keheningan Sungai yang mengaliri airmataku, terasa pedih Kornea hatiku telah berubah merah darah Hutan kesabaranku dibakar hangus ludes Hingga meracuni paru-paruku Kabut asap pekat membungkam celoteh bocah Hingga tak mampu lagi untuk bercerita Cerita nenek moyang yang menanami jiwa kita dengan pepohonan […]

Puisi © 2015