Luka – oleh Diyan Fitrianti

Ku lihat kau disana dengan kasih Kasih yang baru kau raih Senyum manis itu Buat jantung ku berhenti berdetak Luka Tentu Menggores Menusuk Tajam Ku lihat sepasang insan Tawa canda di hadapan ku Ku tenang kan hati ini Ku telan lidah ku Hati yang terkoyak Tercabik Serasa ingin meletus ke udara Kau tak lihat kah […]
Baca puisi selengkapnya…

 

Kelam yang bersinar – oleh Diyan Fitrianti

Ketika harapan tak lagi sama menjelma bagai kelamnya dunia kata kasih yang kau terima berubah menjadi luka Sanggupkah Engkau menghadapi dunia sebuah usaha yang terkadang sia-sia Kau sujud dihadapannya Dengan penuh iba Kau gores langkah mu Dengan dentuman tak berdebu mengalunkan sebuah lagu menerima dengan ragu Ketika tulisan tak lagi satu waktu pun seakan berlalu […]
Baca puisi selengkapnya…

 

Hanya sebatas teman – oleh Diyan Fitrianti

Pagi yang menyelimuti hari Embun yang membasah Matahari yang bersayap menerangi kelelapanku dari tidurku Menggugah dan menggelitik mimpi yang rapi Membuyarkan pesona sang malam Sudah setahun lamanya kita berteman Hari demi hari kita lalui bersama Berbincang yang tiada arti Menghias hari-hari yang sepi Kau selalu hadir di setiap langkahku Menemani kebosanan ku Hingga hati ini […]
Baca puisi selengkapnya…

 

Surat Kecil untuk Ibu – oleh Diyan Fitrianti

Jikalau waktu ku tak dapat bahagiakan mu tak perlu resah dan gelisah Anak-anakmu selalu mendoakan mu waktu ku yang tak lagi panjang Akan sirna ditelan lapuknya usia tubuhmu yang renta masih sanggup menopang ku Kan ku genggam erat jari-jemari mu sampai jantung ku berhenti berdetak Maafkan ku yang pergi lebih dulu diriku tak lagi sanggup […]
Baca puisi selengkapnya…

 

Rindu – oleh Diyan Fitrianti

Saat kita tak lagi saling tegur sapa saat kita tak lagi saling bertatap muka saat kita tak lagi saling melihat satu sama lain Rasanya ada yang hilang.. yang tak dapat diungkapkan oleh kata-kata yang tak dapat diungkapkan oleh syair maupun kata-kata mutiara Tapi ku selalu berdo’a yang terbaik untukmu semoga kau selalu mengingatku Dan bahwa […]
Baca puisi selengkapnya…

 

Perasaanku – oleh Diyan Fitrianti

Sekarang waktu tlah pergi menjauh memuai sepi saat tlah jauh Air yang menghanyut kan bermuara di laut kehidupan yang penuh kabut seperti hatiku yang kelut Menggapai mimpi tinggi seakan tak dapat berdiri serasa penuh duri Ketidakhadiranmu disisiku membuat hatiku berkabuh semua semakin terasa saat kehilangan dirimu Terlintas dibenakku ku ingin dirimu kembali dirimu yang slalu […]
Baca puisi selengkapnya…

 

Cintaku Padamu – oleh Diyan Fitrianti

Disini kau dan aku terbiasa bertemu….. Menjalani cinta bahagiaku denganmu…. Agar ku dapat merasakan Kehadiranmu….. Yang hangat dihatiku… Betapa sayangnya aku padamu… Betapa cintanya aku padamu… Kau adalah belahan jiwaku… Tak seorangpun dapat merenggut hal itu.. Dalam hati ku salalu ingin bersamamu… Tanpa kehadiranmu pasti ku tak dapat mengenal cintamu… Sungguh besar rasa cintaku padamu… […]
Baca puisi selengkapnya…