Category: Puisi ulang tahun

Sapaan fajar – oleh Zudin

Ketika fajar masih terlelap Disaat embun belum membasahi daun Dentang lonceng berbunyi Pertanda engkau bertambah dewasa Mengiringi usia kisah kita Tidak serupa rangkaian bunga Atau coklat manis layaknya senyum sang pujangga Hanya lantunan doa pada sang kuasa Semoga harimu lebih berarti dan penuh tawa meski kisah penuh drama Selamat ulang tahun sayang Sapaan fajar – […]

Dewasa Mulai Menyapa – oleh Agnes Rensi.B

Detik-detik malam kan berganti.. Tengah malam yang kian sunyi.. Hanya berteman rindu.. Lampu dalam rumah-rumah telah padam.. Terdengar angin berhembus.. Sayup-sayup mengiringiku.. Kusadari telah tiba hari itu.. Pertmbahan usia telah menyapa.. Telah lalu masa bersenang-senang.. Kau tumbuh lebih dewasa.. Masa depan ditangan.. Menunggu kau raih.. Dan jauh dari dunia hitam.. Yang sering jadi pelarian.. Hentikan […]

Selamat Ulang Tahun – oleh Ismat Anisah Mianansya

Selamat ulang tahun sayang senang dan sedih kini menghampirimu kesal dan marah pun mungkin terjadi aku menghiraukannya hanya kata bahagia yang ku ucap Selamat ulang tahun kekasih bahagiaku yang masih menjadi pendampingmu mendo’akanmu disetiap do’aku menyatukan ragaku dengan ragamu mengerti keinginanmu yang menjadi teman hidupmu Selamat ulang tahun teman hidup ragamu masih tegak berdiri jiwamu […]

Terima Kasih – oleh Yanti Prawatie

Bibir seakan kelu.. Hati pun membisu.. Raga ku membeku.. Seketika.. Saat kau bisikan “Selamat Ulang Tahun” ditelingaku. Ku tak mampu berucap.. Hanya… Terima Kasih..!!! Yang mampu keluar dari jiwa,ku sampai kan padamu. Apa yang kau beri… Apa yang kau ucap.. Sungguh sangat bermakna.. Dan.. Tergambar direlung hati.. Hari lahirku menjadi lebih indah kini. Terima Kasih […]

Memuja Senja – oleh Ardi Suhardi

Sore tadi kau menelponku Suaramu samar-samar kian sayup. Dari urat nadimu Memancar rona gembira Kau berkisah tentang hari jadimu. Aku hanya diam Bukan membisu Aku memilih untuk mencatat Setiap lengkung suaramu. Ada apa dengan harimu hari ini? Hari maumu masih pagi Tak lebih dari getar pendar yang melengking. Ternyata dugaku benar Kau itu, sedang berulah […]

Puisi © 2015