Category: Puisi Kangen

Di Ruang Berbeda – oleh Rare A

Kita duduk dalam ruang yang berbeda, mengerut, dan saling memalingkan. Gigi gemelutuk dan kaki bergetar layaknya gerakan perkusi tulang. Mata juga saling tertunduk. Dingin kemudian panas. Lalu dingin sebentar, kemudian panas dingin menyengat. Sekejap bak lebah yang mencari makan karna lapar. Ku pandang papan, kemudian jendela. Kurasakan keganjilan didiriku. Pandanganku entah kemana. Berputar dan kemudian […]

Rindu – oleh Filnaria Eka

Sunyi malam temani rindu Yang tak pernah pudar Walau termakan kegelapan Meski mentari merangkak naik Rindu itu tetap berdiri tegap Seakan menikmati kehangatan fajar Apakah hanya aku yang merindu Apakah hanya aku yang menahan sesak karena rindu ini Pertanyaan itu terus menghantuiku tapi aku yakin kau lebih merindukanku. Semoga rinduku ini tersampaikan kepadamu bidadari surgaku […]

Malam Cinta – oleh Yanti Prawatie

Dikeheningan malamku Kubisikkan pada rembulan Kukabarkan pada bintang Betapa kumerindu cintaku Angin hembuskan rinduku Ucapkan padanya “Malam Cinta” Agar lelap tidurku Temui mimpi indahku Malam Cinta.. Yang tak bisa kusentuh, namun selalu bisa untukku rasakan Betapa hebat rindu yang kau tanam dihati ini. Malam Cinta – oleh Yanti Prawatie Pontianak Kalbar

Rindu yang lalu – oleh Marieza Pratiwi Nuryanti

Tak kusangka… Pertemuan sekilas, tak berlalu dalam menit Matamu tak kembali memancar Ataukah perasaanku saja yang berharap Senyum amat sangat tipis Mengalahkan kertas, timbul dari bibirmu Desah sapa rindu atau hanya mengucap kabar Tak berdesis pelan seperti yang aku rindu Ataukah perasaanku saja yang berharap Namun benar, telinga tak memanja ketika angin melalu Sikap kaku […]

Ingin berdua – oleh Yanti Prawatie

Saling tatap Saling jabat Namun tak dapat kudekap Gelisah ingin berdua Merenda rasa yang tertunda Gejolak rasa memuncak Pingin melangit mengangkasa Gelora terpingit tak terurai Terjebak takdir Terdesak kehendak Mengalir mengikuti arus Hidup menghidupi kehidupan Ingin berdua… Maknai jutaan kehendak. Ingin berdua – oleh Yanti Prawatie Pontianak Kalbar

Kristal Biru – oleh Yanti Prawatie

Ku buka simpul indahmu dengan degupan Tergugah gagahku baru setengah Jelajahi ngaraimu kagumi ditiap keloknya Membuncah gairah diantara desingan desah Uraikan kangen yang ruah membungkah Satu satu jadikan kristal biru Kuat…genggam melati Erat…belit mentari (Desingan desah berganti luah) Kristal biru menunggu waktu. Kristal Biru – oleh Yanti Prawatie Pontianak Kalbar

Puisi © 2015