Aku, Kamu, dan Masa lalu Kita – oleh Siti Nurdiani A.A

Mata hitam berbinar itu selalu memandangi dikala aku aku tersenyum padamu. Senyuman yang cantik kamu bilang. Pipiku bersemu merah jambu saat kamu terus menggodaku, dan kamu tertawa. Ah! gemas! Lagi, kamu lahi-lagi mengobrak-abrik hatiku. Kala itu kita menghabiskan hari tanpa melihat waktu. Hingga akhirnya waktupun memisahkan kita. Satu kata yang keluar dari mulut indahmu kala […]
Baca puisi selengkapnya…

 

Hayalku – oleh Septiana Fara Hidayati

Masih teringat dalam fikirku Memori indah tentang dirimu Begitu indah hingga tersenyum ku Tersenyum tanpa sadar ku Timbul tanya dalam benakku Yang begitu lama ingin ungkap ku Masihkah ada rasa dihatimu ? Rasa rindu tentang diriku Sadarku, Aku hanya bermain dalam hayal ku Hingga terbelit dalam sedih ku Tak dapat bergerak mati otot ku Hanya […]
Baca puisi selengkapnya…

 

Sedang aku… ? Sakit…! – oleh Alvia Destiara

Dinding itu terlalu tinggi ia telah memisahkan kita terlalu lama namun janur kuning dan ucap janjimu di pelaminan kini memisahkan kita selamanya… mengapa? karena bukan ucap janji untukku, ada sosok lain yg tengah bahagia memilikimu seutuhnya… aku tau, aku takan pernah bisa merubah takdir, namun semakin kucoba menepis rasa sakit ini, semakin tersayat,tercabik hati yg […]
Baca puisi selengkapnya…

 

Pergi dan lupakan – oleh Arnita Turena Saragih

Waktu berlalu semaunya Hari berjalan sesukanya Masa lalu telah tiada Meninggalkan kisahnya Seindah mentari Sehangat matahari Begitu indah masa itu Dirangkai dengan lagu Indah dalam hati membuatku ingat sepanjang waktu Bersemarak dalam pikiran membuatku lupa dengan situasi Terkenang dalam jiwa membuatku lupa bahwa dia sudah berlalu Tersimpan indah dalam relung batin membuatku selalu ingat dengan […]
Baca puisi selengkapnya…

 

Satu Terbelunggu – oleh Lulu Meilinda Mulyono

Duri pahit selimuti hati Mendung pagi memeluk hari Jurang itu mengikat nadi Menekik lalu perlahan mati Terdiam seribu malam Meringkuk memeluk kelam Angin berkelok sibuk menghujam Sisa kenangan yang dipaksa bungkam Kamu lekat di pelupuk mata Seribu hari luka menganga Katakan saja ini tak nyata Bila kamu tak ada rasa Berjalan katakan cinta pada hawa […]
Baca puisi selengkapnya…

 

Untuk Kamu – oleh Waffa Mutia Mutafannin

Siapa kamu? Berharap kabar darinya? Baginya kamu mungkin hanya benalu Dan sebagian dari masa lalu Cukup, Jangan terlalu lugu Berdiri dengan sendu Hingga tak sadar, kamu telah lama menunggu Jangan, Jangan terlalu berharap pada waktu Karna mungkin kamu tak tahu Kemana waktu akan membawamu Kamu lugu Semua itu hanya masa lalu Yg mungkin telah lekang […]
Baca puisi selengkapnya…

 

Masa Silam – oleh Khotimatul Khusna

Dalam heningnya malam. Pikiranku melayang ke masa silam. Terputar kenangan indah yang tersimpan dalam ingatan. Tak terasa mutiara-mutiara indah pun meluncur bebas. Meluncur bebas dari pelupuk mataku. Sakit. Rasa itu. Rasa itu muncul kembali tanpa permisi. Saat kisah pahit itu terputar dalam memori. Perih. Hatiku perih seperti tersayat oleh pisau yang tajam. Saat mengingat kisah […]
Baca puisi selengkapnya…