Apa mau dikata – oleh Ainul Muna

kala mendung di rundung hujan kala siang di rundung malam rasa sedih tak kan terbayangakan jikalau harus tak lagi jumpa andai seribu andai waktu terbuang dapat terulang masa indah diselip bahagia masa sedih dirundung tangis kini,sang waktu telah berjalan menyisakan haru dengan tangis hanya salam yang kan terucap dari bibir bertentang hati Apa mau dikata […]
Baca puisi selengkapnya…

 

TEMAN TERINDAH – oleh Iis Fitriani

Hari hariku telah kulalui suka dan duka selalu menyertai namun sekarang hari-hariku terasa sepi tanpa seorang teman menemani. hari ini adalah hari paling pilu untukku dimana aku harus berpisah dengannya mungkin untuk selamanya waktu seakan tak mau mengerti terus berlalu tanpa henti. waktu terasa semakin berlalu meninggalkan setiap cerita tentang aku dan dia sekarang semua […]
Baca puisi selengkapnya…

 

Karena Aku Mencintaimu – oleh Ridha Faridha

Angin musim gugur yang menghembus ke jendela Melewati hatiku yang kosong Aku bersandar di dinding melihat langit fajar yang cerah Aku merindukanmu tapi tak bisa melihatmu Di bawah sinar matahari yang cerah orang-orang berjalan dan tertawa Tidak seperti diriku yang merasa dunia ini tampak asing Aku mencintaimu tapi aku harus meninggalkanmu ini terlalu berat Aku […]
Baca puisi selengkapnya…

 

Hancur – oleh Zihar Kasih Nur

Langit berubah menjadi kelabu Mimpi berubah menjadi semu Suara tawa berubah menjadi tangis Setelah kurasakan cinta yang lain Cinta yang hanya mengagumiku Mengagumi semua kelemahanku Cinta yang belum pernah kau katakan Namun hati ini telah merasakan Setahuku cinta itu indah Namun kisah ini tak berkata akan keindahan Hanay kesedihan yang menyelimuti Sebuah jiwa yang tersakiti […]
Baca puisi selengkapnya…

 

Tear of Sadness – oleh Jonathan Steven

I can’t forget that memories… You are my precious… Up until now… Days before we met… Are gloomy days… And days after we met… Are beautiful days… They were the best gifts I’ve ever had… As my heart, the best gift I can give to you… Now, we’ve gone on our own way… Leaving our […]
Baca puisi selengkapnya…

 

PUTIH – oleh Siha Muflikhah

terbayang senyum indahmu diujung senja nan syahdu saat itu pelangi pengobat rindu tlah mendekap kepiluan di dada namun kini tlah musnah tiada satu senyumpun tampakan mukanya pelangi itu pergi pergi tuk selamanya ketika awan putih selimutinya dengan dua beberapa tali pengikatnya “tidakkk…tak boleh…” teriakku ketika pelangi itu menghilang ditelan tanah yang megah hanya taburan bunga […]
Baca puisi selengkapnya…

 

Catatan Hitam – oleh Mosdalifah

Malam ini, Sudahkah kau ganti warna hidupmu yang telah pudar? Sudahkah kau berbisik pada relung jiwamu yang redup ? Bukannya semua yang kau genggam adalah yang kau curi? Hitam milikmu, dan putih milikku Dan kita berdua adalah biru Sekarang kau tidak mau berbagi Warna indah musim hujan Atau pahit manis kehidupan Terpaksa, nostalgiaku seorang diri […]
Baca puisi selengkapnya…