Perihal Aku, Kau dan Permainan Kala itu – oleh Nabillah Azhari Hidayah

Advertisement

Ini perihal aku, kau dan permainan kala itu

/1/
Tak seperti permainan kala itu
Petak umpet, yang ketika aku harus sembunyi hanya untuk hitungan detik berlalu
Kau temukan aku, lalu aku ikutimu ke tempat awal bertemu

Namun halnya kala ini
Sekalinya kau biarkan ku hilang, kau takkan temukan lagi
Karena telah ku kemas bayanganku sebelum ku angkat kaki

/2/
Tak seperti permainan kala itu
Bola bekel, yang ketika kau lemparkan tinggi bolanya, dengan segera kau tangkap lagi dan tak biarkan ia terjatuh

Namun halnya kala ini
Sekalinya kau ajak aku terbang melambung tinggi
Tanpa iba kau biarkan aku terhempas ke dasar jurang berduri
Bak pohon yang membiarkan saja daunnya berguguran, jatuh hingga tak berarti

Namun aku lebih suka permainan pemberian ayah kala itu
Dengan nyanyian “kring-kring” nya yang merdu
Ya, sepeda beroda dua itu
Dia yang sukarela mengajarkanku tentang suka kemudian, karena berdukalah dahulu

Sebelum aku bisa merasa percikan keindahan mengayuh si roda dua
Aku rela jatuh, dan biarkan jalanan memberi lebam kenangan
Dengan itu, dia memberiku ingatan
Bahwa, sebelum aku dapat seseorang yang tepat
Aku akan bertemu dengan dia yang bertamu dan meninggalkan sendu

Perihal Aku, Kau dan Permainan Kala itu – oleh Nabillah Azhari Hidayah
IG: nabillahidayah
Kota tinggal: Tangerang Selatan

Advertisement

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Puisi © 2015