Bunga Tidur Menjadi Nyata – oleh Iman Nurdiansyah

Advertisement

Kala itu langit tak terucap. Hanya ada matahari dan angin yang tersenyum melihatku terpanah akan dirimu, kau adalah mawar, kau adalah sesosok yang diinginkan banyak orang, aku hanya satu pengecut dari seribu orang yang berani. Menampakan dihadapan mu saja aku tak mampu. Aku hanya bisa menatap mu dari bawah. Matamu berbalik melihat bola mata seorang pengecut, biarkan pengecut ini dpat mengutarakan hatinya kepada mawar yang sangat indah. Hatiku terpaut padamu, dalam diam aku mencintaimu, dalam hening aku memperhatikan mu. Aku adalah asap bisa kau lihat tak dapat kau terka.
Izinkan lah aku mengenalmu dengan caraku seperti ini. Mataku yang menjabat matamu

Bunga Tidur Menjadi Nyata – oleh Iman Nurdiansyah
Cidahu, Sukabumi

Advertisement

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Puisi © 2015