Tentang Sesa – oleh Marshall R. F.

Advertisement

Pemuisi-rindu

aku pernah bertemu rindu
kami berteman, akrab, lalu bersahabat
meski jarang bertegur–sapa
kami kerap bersalaman; bertukar cerita

namun kali ini aku tak bertemu rindu
sebab rindu yang sekarang adalah aku sendiri
aku rindu?

Yha, tak salah lagi, aku rindu!
Tapi belum pernah yang seperti ini.

Ini rindu yang meragu
ini candu yang semu
aku candu?

Dan, yha..
aku candu!

Kekasih sedang tidur
namun yang bermimpi adalah aku.
Seperti biasa. Menyedihkan
selalu saja begitu. Haha…

Kepada kepala;
aku dirasuk candu yang merindu-rindu semu
mimpi-mimpi menepi pada rusuk yang rawan,
lebih dari sekeping-kuping-mata.

Bibirnya, begitu yang kulihat;
berciuman ke yang terdalam
suka-duka,
cita-derita,
angin-angan,
ingin-enggan,
kunang-kenang,
benang-genang
senang-renang
ah, haha, ilalang.

Puan, kau, ah..
Aku seperti rindu
namun sepertinya kau jauh
sangat jauh.

Jika cinta itu bukanlah waktu
maka kau lebih dari jarak yang ada pada angka dua belas di jarum jam yang merias taman kota.

Sebab cinta-cinta yang berputar adalah dirimu
namun kau adalah wujud yang semu,
aku tak pernah menemui yang kau (ini).

Dan. Ini tentang dan.

Jika semua wanita adalah cantik
maka yang satu ini; yang kamu bukanlah wanita
atau wanita yang tak pernah aku dan rindu menemukanmu.

Sebab wanita-wanita yang selama ini adalah rindu
mataku bilang begitu, namun kau tetap saja tak muncul; jejakmu selalu terhapus (kau hapus)
kau bukanlah rindu.

Dan. Kini dan yang akhir;
aku mencarimu
aku mencarimu untuk merindu
aku-kau mencari-merindu
aku-kau mencandu-memikul-peluk
kita meramu-semu-bertemu
dalam ketidakberdayaan. Bergumul?
Tetap saja. Tiada titik temu.

Bagaimanakah itu?

-{àrs}

‘Hahaha, hahaha, hahaha, haha. Gembira’

Tentang Sesa – oleh Marshall R. F.
FB: Achall Sanji
IG: @achallsanji
ID (line): 250397mrf

Advertisement

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Puisi © 2015