Rindu – oleh Aidyl Supriansya

Di kamar kecil ini
Ku telentangkan badan
Cicak-cicak berpagutan meledeki
kerinduan tercipta stlah perpisahan
Virusnya mematikan kegairahan hidup

Pena & buku jadi saksi
dikamar kecil ini
ku lukis senyummu,ayu wajahmu
mancung hidungmu, harum aromamu
Rindu menggebu, bergelora…

Sayup-sayup gerimis bernyanyi dimalam sepi
Badan menggigil hati teriris
Rindu meluap tak terbendung
Ku ingin dekap tubuhmu
menghirup harummu
Bercerita tanpa kata

Oh… cahaya ku…
rindu sungguh menyiksa

Rindu – oleh Aidyl Supriansya
Muratara- Sumsel

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Puisi © 2015