Resahnya di Kesunyian Malam – oleh Ruhin Laok Leke

Masihkah sinar mentari menghangatkan tubuhku kala embun basahiku,
Masihkah sang pelangi memberi warna warnanya pada cakrawala kehiupanku.
Sampai kapan air mataku mengucur kala tembok asing menghalang
pada harapan.

Sungguh kepulan asap itu membuatku ragu dalam kesenyapan.
Bukankah pohon tua itu yang mengeti akan sinar kehidupan,
Lalu kenapa? Arogansi yang dia tumpah kan.

Inginku mendengar, namun rasa ini buatku tuli akan kucuran kata katanya.
Seteguk demi seteguk kuminum air mata keraguan yang membuatku gundah akan harapan.
Disini ku menantimu harapan

Resahnya di Kesunyian Malam – oleh Ruhin Laok Leke
KEDIRI
fb: cakrawala

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Puisi © 2015