Derita ku

Terkadang aku tertawa untuk menutupi kesedihanku.
Tersenyum untuk mengurangi kepedihanku.
Diam untuk mengurangi kepedihanku.
Ini lah aku yang rapuh tiada yang tau.
Menderita tiada yang mengerti.
Tersakiti tiada yang peduli.
Tersiksa tiada yang memahami.
Kini aku menahan perih sendiri menahan sakit dihati.
Dan tak ada yang peduli lagi.
Hati ku luka tak mungkin ada yang menyembuhkannya.
Terkecuali dia yang melukai nya.

oleh: Nova Nisya Anindikha

Updated: October 31, 2013 — 6:02 pm

3 Comments

Add a Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Puisi © 2015