Cinta yang Sejati

Karena kau telah terbiasa…
Rela persembahkan airmata
Sekedar ingin ia melihat
Betapa hatimu penuh cinta…

Ia hanya mencintaimu sederhana,
Namun kau yang tak bisa menahan
Rasa yang menggetarkan dada.
Hingga kau jadi hina dipandang mata…

Bukan…
Bukan kau yang bersalah,
Manakala cinta hadir sebagai anugerah.

Saat hatimu mati,
Kemudian yang mati itu bergetar…
Tunggu lah ia selalu,
Karena ia adalah milikmu…

Jangan pedulikan orang lain,
Meski ia teriak tentangmu…

Kau telah menemukan yang sejati,
Cinta sejati yang diperuntuk kan untukmu…

(Karya: Fahrial Jauvan Tajwardhani)

Updated: October 1, 2013 — 7:48 pm

4 Comments

Add a Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Puisi © 2015