Mimpi yang menari indah

Menangis ku pada kekuatan impian
telah hilang senyuman pada jurang pengjung harapan
Sebuah bayangan hitam datang dan mencekam

ku takut..
tapi hidup memaksa ku tuk menghadapinay
apa karena ku telah salah?
Atau karena ku terlalu lemah?

Langkah-langkah terhenti dan gerakan pun mulai membeku
tapi tidak dengan sang waktu
tanpa peduli tentang seberapa banyak perih ktetap dia kan berjalan
dan kan terus berlalu
pertahanan ku yang dulu
mendadak hilang termakan yang ambigu
bermekaran namun meninggalkan pilu
yang berusaha membawa cahaya putih yang terang tanpa dusta dan ilusi mimpi

Rahimatus Sania
https://m.facebook.com/sania.polpen?refid=17

Updated: September 29, 2013 — 6:53 pm

1 Comment

Add a Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Puisi © 2015