Ku Tetap Menanti

Advertisement

Dua puluh delapan bulan sudah rasanya
Ya.. Akulah hati yang menghitung hari
Tidak peduli detik..
Tidak peduli menit..
Tidak peduli jam..
Hari.. Minggu.. Bulan.. bahkan tahun pun berganti..

Tak pernah letih.. Walau tertatih

Aku tau kau jauh..
Jauuuuh sekali..

Karna nya sayap ku kau patahkan
Hingga terpisah sperti ini,

Tak mengapa, yang tersisa utuh adalah hatiku
Yang kusimpan baik-baik
Dan ku jaga
Sampai saat ini

Hanya untuk kamu
Insan yang disana

Biarlah apa kata orang
Aku masih setia
Ku tetap menanti

Puisi ini karya : Lilah R

Advertisement

Updated: May 6, 2013 — 9:06 pm

1 Comment

Add a Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Puisi © 2015