Tersenyum Tanpa Cahaya

Bagaikan mencoba menembus kelamnya dunia senja dengan lampu pijar….
berusaha tersenyum saat makhluk sihir mencuri jiwa….
membiarkan air mata membanjiri hati,,
menenggelam’n chya sang rembulan..
dan melenyapkan butiran-butiran bintang..
yang tertinggal, hanyalah kedinginan dan kegelapan..
namun tetap berusaha bersinar,,
meski jiwa dan raga bermusuhan..
ketika planet saturnus mengeluarkan nada-nada sumbang..
menyakitkan hati..
membelah jagad raya..
menghancurkannya berkeping-keping..
ketika mata memancarkan cahayanya dihiasi dengan bendungan air mata,,
ditutupi dengan kembalinya sang surya ketempat persmbunyian abadinya

Karya : Ayu trisnawati

Updated: June 22, 2012 — 6:32 pm

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Puisi © 2015