Wahai penyair

terlalu sinis,
bila setetes airmata
kau rajut dengan tinta
kata-kata
wahai penyair
pernahkah kau mendengar
desah rerumputan yg basah oleh embun pagi ini?

imajinasi tak ubahnya siulan burung-burung
yg bertengger di batang-batang pohon yg menguap dihembus angin
ketika sepoi mengusik daun-daun

setelah itu senyap,
sisa-sisa mimpi semalam merayap menemui awan
wahai penyair,
lalu sempatkah kau merasakan ilalang masih menggigil menahan dingin?
2012

Updated: March 13, 2012 — 1:12 pm

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Puisi © 2015