Di Bawah Rintihan Hujan

Di bawah rintihan hujan
detak airmataku mengalir
bagai karang yang menghentikan kebenaran
demi kehidupan yang tersangkar kekar

Pada dermaga kegundahan
terkepung lagi jahanam yang melalang
setiap kata terbiuskan
tak hentinya sadar siluet menjadi malang

Dengan mengeluh, aku mendebah kelopak sayapnya
dan jika terikku rubuh, akan tumpah darahku pada-Nya

Pejabat yang tanganya menjabat tangan sesama penjahat
menjadi pendengkur di atas kursi yang dekat dengan kasir
lalu beralih menjadi karuptor yang hidupnya terlantar
Terlantar dimata Tuhan, dimata kerakyatan
Tertahankan dimata kenegaraan, dimata kebutaan

Di bawah rintihan hujan
jangan ada lagi airmata yang mengalir

Taliwang, 20 Januari 2011

Karya: Sang Pantasana merupakan salah satu siswa SMA Negeri 1 Taliwang.

Updated: February 26, 2012 — 10:23 am

4 Comments

Add a Comment
  1. wod it is mey good is indonesia mey name is yogi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Puisi © 2015