munajat bisu

Advertisement

sepi mulai menuntut hati…
mepertanyakan tentang teman tempat berbagi..
dimana tiap-tiap perenungan dikembalikan..
dimana setiap tanya tak lagi mencari jawaban..

dan disini masih dalam pembaringan kesementaraan..
ketika tatapan lelah mencari cahaya..
ketika peluh adalah kesia-siaan..
memaknai sabar s’bagai keterpaksaan..
lalu mimpi tak lebih hanyalah beban..

jiwa ini menggugat janji..
hati ini menanyakan waktu..
dan lalu kenapa AKU..

“dalam munajat bisu,ijinkan aku melihat batas dari kesempurnaan yang tiada”
(Hnink Swara)

Advertisement

Updated: September 29, 2011 — 1:12 pm

1 Comment

Add a Comment
  1. Hanya pada tuhan&diri kita

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Puisi © 2015