Kehancuran sang dewi

Advertisement

Aku hanya kenangan suram yang pernah mengotori sebuah ruangan dengan debu – debu kepedihan , yang berjatuhan tanpa arah dan tujuan . Terhempas dalam badai ketragisan , tersenyum dalam kepedihan , menangis dalam keheningngan , dan hancur dalam ketidak pastian .
Di ujung pengharapan yang tak sepadan dengan perjuangangankau , masih sempat – sempatnya aku mengharapkan secawan cinta pada seorang pangeran yang terlalu nista , dan penuh dusta untuk ku percaya . Dan betapa munafiknya aku membohongi jantung kaca yang rapuh ini dengan sejuta mimpi yang akhirnya menghancurkan sayap -sayap yang telah remuk ini , dengan duri – duri kepedihan yang menikam dan menyakitkan .
Setelah jantung kaca ini meneteskan darah kepedihan , baru ku sadari betapa kejinya perasaan pangeran yang ku banggakan , dan betapa mudahnya aku dibutakan oleh madu – madu kebahagiaan yang merusak kemurnian akan secawan cinta pangeran .
Dan akhir dari semuanya , aku hancur dengan diriku sendiri , terperosok dalam cahaya gelap , yang entah ku tak tau akhirnya .

Advertisement

Updated: September 29, 2011 — 1:04 pm

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Puisi © 2015