tanpa arti

Advertisement

tak Q mengerit, kenpa serbuk bitangku begitu nyata
tak Q pahami, kenpa gerimisku tak lagi menyapaku
tak mampu Q jelaskan air mataQ yg menetes
aku bingug dengan hatiku. . . bingung dengan rasaku
setiap kali akan terasa perih saat melihat kesepianmu

kau hanya ingin di temani kebisuanmu
kau hanya mau dengan imajiasimu
kau bahka membeciku dan semua orag yg mencintaimu
Q kehabisa akal untuk menemani kesedirianmu
rasanya ingin menangis da meneriakan kekesalanku
menumpahkan kekecewaanQ
bahka ingin pula Q membencimu
tapi hati ini. . .

sampai akhirpun aku akan terus terasa sakit

Advertisement

Updated: August 8, 2011 — 8:19 am

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Puisi © 2015