Sesaat

Sesaat kumelihat jalanan lenggang di puntung-puntung masa laluku yang ku hirup batang demi batang
Dan pantulan cahaya segelas kopi masa depan menusuk retina
Memaksaku terbangun dari mimpi sesaat terjagaku ini

sesaat
aku sadar
setelah aku terbangun
kau masih disisiku
walau hanya sesaat

Updated: August 8, 2011 — 8:25 am

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Puisi © 2015