face space

Mulut dan lidah penetap
Berbicara” bernafas
Lidah juga pengicap”
Hidung bernafas
Mata melihat
Telinga mendengar hingga desis
Lima yang selaras
Yang kita semua jaga
Menuju atas
Namun wajah nan mendunia
Wajah akan senyuman
Wajah akan kesedihan
Bagaimanatenggang rasa
Yang mungkin membawa perasaan
Lima
Salawat dan salamku
Ku hanya berleher saja
Takkan lebih dari itu

(by : dian a. noor)

Updated: July 30, 2011 — 3:30 am

2 Comments

Add a Comment
  1. “Lidah juga pengicap” maksudnya lidah juga pengucap ya? salah tulis kah?

  2. Bicara, perasa, dinding:laa…h

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Puisi © 2015