lafaz adinda.

Aku hanya beraksara cinta
Membelai beberapa kata
Meramu dengan tinta nyata
Berharap pada sadar adinda
Kakanda sedang merindu cinta
.
Dunia terlalu kejam
Mengambil adinda saat terpejam
Bersembunyi dalam lafaz allah
Kami rubuh kalah
.
Tapi kami bisa bersuara lantang
Tentang cinta berawal pagi hingga petang
Menanti waktu ilahi berdentang
Mengirim kembali adinda
Di haribaan kakanda
.
mei,2011..

Updated: June 2, 2011 — 7:49 am

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Puisi © 2015