menyesal

Advertisement

dulu,
kau selalu datang.
dulu,
kau selalu menghiburku.
dulu,
kau selalu membuatku tersenyum dan marah.

tetapi,
karena satu kejadian, yang membuat mu marah.
dan kau berteriak kepadaku untuk pertama kalinya.

saat itu aku memang keras kepala,
sekarang aku sadar kesalahanku,
tetapi ketika ku minta maaf padamu
kau melupakanku, dan tidak memperdulikanku.

sekarang aku tidak bisa berbuat banyak lagi. hanya puisi penyesalanku yang tersisa dan puisi ini kubuat untukmu.

Advertisement

Updated: April 3, 2011 — 2:40 pm

2 Comments

Add a Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Puisi © 2015