luka penantian

mega hitam selimuti diri___
meneteskan berjuta kepedihan___
laksana ribuan pisau menghujam hati___
yang mengucurkan merahnya air mata___

jiwa-jiwa suci itu ternodai___
oleh kebusukan sang nurani___
hingga tak mampu tuk mencaci___
segala lara yang menghampiri___

lelahpun tak kunjung henti___
mencari secuil cinta yang tersisa___
merenda sebaris kerinduan___
dan menanti sesendok harapan___

Updated: April 2, 2011 — 2:07 pm

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Puisi © 2015