ayah

Advertisement

” Ayah ”

Rapuh jiwaku bersimpuh
Pada pusara di suatu senja…
Semilir angin hanyutkan rinduku
membawa resahku semakin dalam
Jauh semakin dalam

Ayah…..
Masih terngiang dalam benakku
Saat terakhir kau genggam tanganku
Kau berbisik lemah….sangat lemah……
Agar aku tidak menangis lagi

Tapi Aku tak kuasa…
Untuk tidak menangis dipusaramu
Hingga kubiarkan airmata ini mengalir perlahan
jatuh terserap…. dan berharap bangunkan tidurmu

Ayah……
Aku berjanji, akan slalu melanjutkan harapanmu
Dan tetap berdiri Tegar, meski karang menghadang
Selamat Jalan ayah…..
Semoga engkau bahagia di Sana…
Amin…

Advertisement

Updated: March 2, 2011 — 10:23 am

17 Comments

Add a Comment
  1. Permisi utk copy yer…

  2. ijin copast puisi na yaa bang…

  3. waahhh……….. sampai kan salam rindu qu pada’a y?????????? pada Sang Bkap nan jauh di sana………………’ yang Mungkin Sdah Tenang dsna?????????? lewat puisi nieeeee……….

  4. bener mantap..menyentuh hati..thx,puisinya bagus bgt

  5. sampaikan salamku kepada ayah ku juga yang pasti lagi tenang bangget disana ————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————– =<

  6. aqhu bangga mempunyai ayah yang baik……

    trima kasih ayah.

    aqhu sangat merindukanmu…

  7. puisinya bagus, tapi karya siapa ya?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Puisi © 2015