Diam dan Beku

Advertisement

Aku yang berbalut sepi
Bertemankan rinai kecil
Yang menetes halus dipipi

Aku yang terbaring sendiri
Mencoba tuk mengerti akan sebuah arti
Namun tak kutemui, hanya bisa tuk tangisi

Aku hidup
Namun tak kurasa kehidupan
Aku ada
Namun tiada ku bisa memberi makna

Rerumputan menertawakkanku
Namun tetap ku diam membeku
Dan tetap ku terpaku
Dalam diam ku termangu

Advertisement

Updated: September 26, 2010 — 11:48 am

4 Comments

Add a Comment
  1. I Like It,!! seirama dengan langkah hdp ini!!!!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Puisi © 2015