Air Mata

Advertisement

simpum penuh digundahku
terdiam memaknai resahku
derai air hujan memanggil riuhku
aku membeku
dalam sujud malam palsu

menatap awan yang menyapa
meneriakan demi bualan air mata
yang seakan menyapu damaiku
kau datang dan pergi
seakan tak pedulikanku

tetesan air mata ini menancap kalbu
pintaku hanya satu
tapi luas harapanku
demi setitik cinta
dan sebutir rindu
meneriakan hari demi haru

by:agus cah klaten

Advertisement

Updated: September 4, 2010 — 6:33 am

8 Comments

Add a Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Puisi © 2015