Untuk apa Mencintaimu – oleh Abdul Salam

Aku tahu betapa kau mencintaiku. Kaupun tahu bahwa aku begitu menyayangmu. Semuanya kemudian tiada artinya. Akibat penolakan orang tuamu. Entah apa alasan mereka. Katamu demi cintamu padaku. Kau rela melakukan apa saja. Terbuang dari keluarga sekalipun. Jangan, jangan lakukan itu. Perjalanan masih panjang. Dengarkan kata orang-orang bijak. Cinta saja tidaklah cukup karena. Cinta yang tidak […]
Baca puisi selengkapnya…

 

Aku, Kamu, dan Masa lalu Kita – oleh Siti Nurdiani A.A

Mata hitam berbinar itu selalu memandangi dikala aku aku tersenyum padamu. Senyuman yang cantik kamu bilang. Pipiku bersemu merah jambu saat kamu terus menggodaku, dan kamu tertawa. Ah! gemas! Lagi, kamu lahi-lagi mengobrak-abrik hatiku. Kala itu kita menghabiskan hari tanpa melihat waktu. Hingga akhirnya waktupun memisahkan kita. Satu kata yang keluar dari mulut indahmu kala […]
Baca puisi selengkapnya…

 

Inginkan bukti – oleh Wahmi Maulana

suara mendayu namun tak bernada menggema hingga terasa miris dikalbuku irama mengalun tak nyata begitu terniang ditelingaku rangkaian kata yang menggebu berusaha merasuki pikiran andaikata itu benar ku tunggu janji mu!!! kalian yang akan di atas kami luluhkan lah hati kecil kami ini bukan dengan rangkaian janji namun dengan curahan bukti Inginkan bukti – oleh […]
Baca puisi selengkapnya…

 

Di Ujung Jalan – oleh Tri Isnah

Kala ku tatap mentari pagi Menghiasi di atas langit Membawa kehangatan lagi Bersatu dengan dinginnya hati Ketika kembali kutermangu Di atas dermaga tanpa tugu Bersama ombak yang mendayu Suara itu seperti lagu Gemercik air atas lautan Birunya bercampur kehijauan Pantulan bayangan Fatamorgana yang menyesakan Di Ujung Jalan – oleh Tri Isnah @tri_isnah Semarang
Baca puisi selengkapnya…

 

Menorehkan Luka – oleh Riza Aulia Akfiyani

Kau ibarat seekor karnivora Kapan saja terlihat mangsa yang getas Kau langsung bersiap siaga Melontarkan kata-kata yang pedas Apakah kau menikmatinya? Menorehkah luka dengan pisau cibiran Mencakar-cakar raga dengan kuku hinaan Mencabik-cabik jiwa dengan taring remehan Terkadang ingin aku bisa mendengarnya Apa yang ada di pikiranmu? Apa yang membuatmu tak menyukai semua? Sedang mereka, tak […]
Baca puisi selengkapnya…

 

Permulaan – oleh Aftita Yuni

Buku-buku yang kalian habisi, Saking banyaknya hingga tak terhitung lagi Sajak puisi yang kalian lantunkan, Saking indah dan rumitnya hingga orang awam sulit mengerti Lingkar percakapan kalian, Saking luasnya hingga tak mampu diikuti nara Aku tak mampu mengimbangi itu Baru juga kumulai baca buku Telah lama kusukai sastra Tapi baru sekarang aku gandrung karnanya Yang […]
Baca puisi selengkapnya…

 

Luka – oleh Diyan Fitrianti

Ku lihat kau disana dengan kasih Kasih yang baru kau raih Senyum manis itu Buat jantung ku berhenti berdetak Luka Tentu Menggores Menusuk Tajam Ku lihat sepasang insan Tawa canda di hadapan ku Ku tenang kan hati ini Ku telan lidah ku Hati yang terkoyak Tercabik Serasa ingin meletus ke udara Kau tak lihat kah […]
Baca puisi selengkapnya…