100 hari – oleh Yulia purwandari

Tepat 100 hari, Tepat 100 hari mawar hitam menghiasi dinding hati Tepat 100 hari pita hitam melingkar di pintu kelam Tepat 100 hari kau kembali, dengan hati pucat pasi. Apakabar dengan hatimu kini? Aku harap tak ada kata lelah karna kini hatimu semakin tak terarah. Kau tak perlu mengembara, yang harus kau lakukan hanya menjauhkan […]
Baca puisi selengkapnya…