September Singkat – oleh Yudina Mufidah

Entah sudah berapa ribu air mata ini bergandengan dengan tetes hujan di atas sana. Aku hanya termenung di sudut kota. membayangkan setiap Goresan indah pada wajahnya. Keramaian kota tak terjamah olehku. Hingga aku hampir lupa dimana aku berpijak.. Bak seekor burung tanpa sayap. Pekik hati menggelora melawan derasnya hujan. Janji seolah kapas yang terhempas angin […]
Baca puisi selengkapnya…