Kemenanganku Melupakanmu – oleh Yudie Pramudhya

Dalam kegamangan rasa sosokmu yang selalu hadir Bukan dia atau yang lain Pasrah … Kepasrahanku karna tak mampu kumenolaknya Apa yang kuharapkan darimu Tak ada… dan kuingin tak pernah ada Kau hanya bagai butiran debu Hilang … sirna kala sang bayu menerpamu Kalaupun kau kembali di hidupku Kuingin acuhkanmu Dendam… Bukan….. itu bukan aku Hanya […]
Baca puisi selengkapnya…

 

Pupus – oleh Yudie Pramudhya

Bersamamu ‘tlah terencana bangun sebuah istana Dimana kita akan tinggal di dalamnya Saling percaya kan jadi dindingnya, dan Cinta kasih jadi atapnya Tapi kini…. Pupus sudah semua Kau telah pergi selamanya Takkan kembali Meski kumenunggu seribu tahun lamanya Tinggal aku meratap sendiri Pergimu tak pernah kumau Tapi ini nyata Kau telah tiada Sesalku tak berujung […]
Baca puisi selengkapnya…

 

Tanyaku tak Terjawab – oleh Yudie Pramudhya

Hadirmu bagai sang bayu Hampiriku,membuaiku, dan buatku terlena Namun segera kaupun menjauh Kau bawa serta kenangan-kenangan itu Hingga secuilpun tak bersisa Kini kala aku harapkan hadirmu lagi Tak ada satupun yang tuntun langkahku Ku benar-benar kehilanganmu Mungkin inilah yang terbaik Bagiku dan untukmu Membencimu, kuinginkan itu Namun tak sanggup hati turuti mauku Satu tanya masih […]
Baca puisi selengkapnya…

 

Sunyi…Kurindu Hadirmu – oleh Yudie Pramudhya

Sunyi ….selamat malam Kesekian kali kau temaniku Dari sapamu yang tak kudengar Dari sepimu yang hadirkan memory-memory itu Terkadang kuharap hadirmu Sesaat tuk telanjangiku Renungi keberadaanku, atau Sekedar mengingat masa lalu Setiap kau datang Kau ajakku mengembara ke dunia antah berantah Dimana keindahan terencana di kepala Namun terkadang jua kau paksaku masuki masa Hingga harus […]
Baca puisi selengkapnya…

 

Ku Masih di Sini – oleh Yudie Pramudhya

Ku masih di sini Setia temani hari Bersamamu tanpa batas waktu Sampai nafas tak lagi terhembus Satu ikrar telah terucap Satu janji telah terpatri Ragu hati telah terlewat Tinggal ketetapan hati yang ada kini Darimu kudapatkan dia Malaikat pengusir kesunyian jiwa Kesetiaanmu pun telah teruji Kan kubayar dengan semua yang kumilki Ku masih di sini […]
Baca puisi selengkapnya…

 

Terpasung Rindu – oleh Yudie Pramudhya

Dikala hati terpasung rindu Inginku tuang dalam untaian syair Tak mengapa jika hanya ku yang bisa artikan Karna rindu ini memang aku yang rasa Dalam dada seakan menyesak Inginku berontak Lepaskan ikatan batinku Semakin kumeronta semakin kuat ikatan itu Lepaskan … biarkan langkah ini menjuh darimu Aku bisa merasa Apa yang tersembunyi Aku salah Ternyata […]
Baca puisi selengkapnya…