Rasaku – oleh Yana Nuryani

tak seperti air mengalir gemericik terdengar suaranya.. tak seperti sepoi angin berhembus damaikan suasana.. lantang hatiku menjerit tak ada satu telingapun mendengar.. keluh kesah.. sesal.. bahagia.. hanya aku yg menyangga.. berat memikul beban ini.. pada siapa ingin berbagi.. kalian yg ku sayang.. tak akan pernah ku berikan.. hanya ingin ku sembahkan.. sejuta bahagia tanpa air […]
Baca puisi selengkapnya…

 

Luka silam – oleh Yana Nuryani

kembali ku ingat tentangmu… sebuah takdir yg mempertemukan kita.. dalam persimpangan kau pilih satu jalan… dimana kau sematkan simbol di jariku.. saat itu… sepertinya waktu hanya milikku.. tak sempat ku rasakan permaidani bersamamu.. dengan MAAF saja kau lepaskan simbolku.. saat itu.. seperti terhempas aku oleh angin.. yg sepertinya bahagia akan perpisahanku.. menari nari menerbangkan harapan […]
Baca puisi selengkapnya…