Tak Ada Ujung – oleh Wilhelmina Mariana Ema

Kita harusnya tidak memulai, Itu saja. Kau tahu itu jurang, dan aku tahu itu terjal. Tapi kita tetap melangkah Lelap dalam jurang terjal itu Jurang ini kian dalam Merenggut akal sehatmu Merebut kewarasanku Kita terbuai, terlena. Laksana hulu tak bermuara Ibarat laut tak bertepi Umpama jalan tak berujung Jauh, teramat jauh Bukan karena tak berakhir, […]
Baca puisi selengkapnya…

 

Cinta Tanpa Syarat – oleh Wilhelmina Mariana Ema

Akan tiba waktunya, kau berdiri di titian itu Mungkin kan kau palingkan wajahmu sekejab lalu melambaikan tanganmu Bayangmu lenyap bersama perginya senja Dalam katup erat tanganku Dalam khidmat pejam mataku Dalam sujud dua kakiku Aku memohon, melantunkan doa-doa Bernazar pada yang kuasa Mohon keselamatanmu, meminta kelancaran perjalananmu Kudaraskan harapan, dalam untaian doa yang tak putus-putus […]
Baca puisi selengkapnya…

 

Rindu – oleh Wilhelmina Mariana Ema

Seperti hujan yang luruh, kau tinggalkan rindu yang basah Sembab pada kelopak mataku tak mampu bohongi pedih laraku kehilanganmu Begitu saja katamu, lalu pergi Tidakkah berarti seribu malam yang telah kita lewati Bak jedah musim gugur dan musim semi Begitu singkat Bila tak bisa bersama, mengapa membawaku sejauh ini? Mengapa membuaiku seindah ini? Mengapa membuatku […]
Baca puisi selengkapnya…