Tatapan Bisu – oleh Wihda Aulia

Salaka, ku pandanginya sebagaimana ia memandangiku tanpa gemuruh dan tanpa riuh. Cukup biru tapi kan makin dingin jika berlapis kabut diam mu miliki abad tegar sejukmu menipu hujanmu buat tiap hati gerimis jadi rindu kau mampu menatap kami dalam kebisuan ribuan senja, sedikit ku bilang indahmu melenakan… kau cukup tua sebagai penjaga bumi jika kau […]
Baca puisi selengkapnya…