Menguntai Bahagiamu – oleh Widi Asmara

Kuterima setiap keping hidupmu yang telah patah Kau memintaku merangkainya kembali Merajut nafasmu dan menguntai setiap jengkal kebahagiaanmu Kuserahkan setengah daya hidupku untuk itu Aku percaya padamu Tetesan air matamu kemudian membuatku menyerah Kau memberikan nafasmu padaku Namun kau meninggalkan jiwamu bersamanya Saat itu aku tersadar kau enggan untuk keluar dari pekatnya malammu Kau membuatku […]
Baca puisi selengkapnya…

 

Menunggu Sampai Senja Berlalu – oleh Widi Asmara

Aku menunggu sampai senja berlalu Jika matahari tidak membuatmu datang Kupikir bintang malam mampu menunjukanmu jalan Aku menunggu sampai senja berlalu Kubentangkan kenangan kita dalam jingga tanpa bertutur Kupejamkan mataku dan kulihat dirimu Sesaat kudengar derai tawamu dan aku berlari Kupikir kita sudah dekat tapi kau seperti menjauh Kudekap hembusan angin berbau dirimu Seakan dunia […]
Baca puisi selengkapnya…

 

Disinilah Aku – oleh Widi Asmara

Mereka bilang langit tak akan selamanya kelabu Kemudian aku percaya kala kau yang menjanjikan itu Tapi ternyata hujan tak kunjung berlalu Aku tak menyadari awan pekat dibalik bayangmu Ku pijak bumi saat kau menarikku lebih dekat Kau bilang tempatku disini, dimana cinta membuat kita terikat Dan aku percaya Aku mulai terbiasa Kudekap setitik cahaya yang […]
Baca puisi selengkapnya…