Di satu jalan (aku, kamu, kita) – oleh Uswatun Hasanah

Mungkin aku pernah melalui jalan itu jalan dimana kau pernah menghampiriku duduk dan termangu meski alam sedang bersuka cita mungkin aku lupa pada jalan itu jalan saat kau melalukan langkahmu tiada melihatku dan hanya sekedar menikmati alunan sendumu mungkin aku sedang mengenang jalan itu jalan yang pernah kutemui bersamamu terjal dan berliku namun tiada menyatu […]
Baca puisi selengkapnya…

 

Kusunting Sang Baka – oleh Uswah Hasna

Sepertinya aku telah lama kehilangan Memoar itu, menepiskan duniawi yang menyeru kebajikan semu Di mana rasaku,ketaatanku, serta kepatuhanku yang dulu ada? Saat panggilan datang segera kubasuh bagian tubuhku Saat panggilan menyeru kusegerakan telekung menutupi auratku Pedar kuhitung bulir diryah-ku Hendak Kau hilangkan satu persatu namun aku tak mau melepasnya Hendak Kau pertahankan namun aku seolah […]
Baca puisi selengkapnya…

 

Si Cinta Bercerita – oleh Uswatun Hasanah

Cinta itu pernah… Mengajarkanku bagaimana hidup bertahan hingga sekarang Menawarkan bahagia atau air mata di hariku Mengajarkan kesungguhan walau sering tak tergapai Menjadikan setia meski tersakit dalam peraduan Menguatkan tekad meski nyata hanya hampa Namun cinta itu terkadang… Membuat hati tak berdaya karena dunia semata Melukai meski ingin bertahan Menyakiti meski cinta bukan pilihan Membutakan […]
Baca puisi selengkapnya…

 

Perangai Jiwa – oleh Uswatun Hasanah

Selalu ada celah di setiap jiwa yang terhimpit Ketika ruang menyempit terpikirkan olehku bahwa ini hanya sesaat saja Bahkan seperti nafas yang hanya tertinggal satu helaan saja Masih tetap ada keajaiban dari Tuhan yang senantiasa ada Lemahku bukan membuatku tak berarti Lemahku bukan membuatku tak mampu melakukan apapun Lemahku hanya ingin menunjukkan betapa kuatnya aku […]
Baca puisi selengkapnya…

 

Cinta Sejarak Aku Kamu – oleh Uswatun Hasanah

Aroma basah dari tanah yang telah disiram hujan tentu tak pernah lepas dari ingatan Seperti pertama kali jiwa mengenal roman satu dengan lainnya Sabda alam telah mengalunkan putik-putik cinta di antar dua insan Membayang selaksa penuh harap akan kasih yang saling merindu Seperti bulan yang merindu malam dan kilauan cahya bintang Seperti matahari merindu siang […]
Baca puisi selengkapnya…