Ayahku – oleh Supriadin

Kelam hitam kulitmu Gambaran perjuangan melawan sang surya Regang ototmu Gambaran jerih payah mencari nafkah Sengatan ,,, matahari ,,, kau tak hiraukan Waktu ,,, demi waktu kau dimakan usia Ragamu yang lusuh Kau tetap gagah Hamparan ladang dan sawah Kau buat menjadi surga Aneka buah dan biji – bijian Menjadi berkah kehidupan Keluarga kau nafkahi […]
Baca puisi selengkapnya…

 

Cintaku Hanyut Demi Waktu – oleh Ade Supriadin

Tampak jingga di ufuk barat Menenggelamkan bumi penuh air mata Gelap sudah pandangan fatamorgana Terhuyuk badan di ruang kecil Rinai air mata setiap kali waktu berganti Tak kuasa memendam kata yang sudah usang Bagaikan mayat hidup tak bersua Setiap hari aku harus memendam rasa Kau tak menampakkan cinta Kau tak menumbuhkan rasa Kau memudarkan ikatan […]
Baca puisi selengkapnya…