Selayar Malam – oleh Suminar Mutia Ningrum

Pernah ku hafalkan selayar malam, merangkum pijakan tak terarah tentang mu Menerbitkan sepasang bulan, yang mempandangkan reranting rapuh di lembar kesakitan ku Suara gemuruh mengenyam pilaham muhasabah mu, bersiulan menentang gelombang duka, yang bersolek di kafan hitam Haruskah ku acuhkan asap yang mengarah? Setelah tertelan mimpi angkuh ku Serapuh aku bergetar, di sendal jepit yang […]
Baca puisi selengkapnya…