Tunggu Aku – oleh Sultan Agung Budisyah

Angin dari laut datang.. dan berubah saat sang mentari ada semua perasaan ini berubah berubah, menjadi cinta Aku tidak bisa kesana samudra sangatlah luas Aku lihat bayangmu dan aku lihat bayangku pergilah kemana kau mau aku tetap ada disini ditimur yang terik.. aku lakukan demi cinta semua itu untukmu aku berusaha dan berjuang untukmu.. Jika […]
Baca puisi selengkapnya…

 

Ketukan pintu terakhir – oleh Sultan Agung Budisyah

Siul angin untuk rembulan Aku tahu mentari tak tau Langkah kecil seorang perempuan Berhenti…hangat di-sisimu Sejak itu.. isak rindu menyelimutiku Aku ingin, namun tak mungkin Aku bermimpi, tapi tak akan terjadi Hanya satu pintaku dewi Jaga dirinya untukku dia tampan, dia gagah … mengerti? Kamu hanya mau tau! kamu tidak pernah peduli! Kalbu ini hampa! […]
Baca puisi selengkapnya…

 

Rindu Ibu Pertiwi – oleh Sultan Agung Budisyah

1945.. Apa yang kamu fikirkan tentang itu? Kamu hanya berfikir kata merdeka? sebelum kata itu, banyak darah yang ditumpahkan Lagu kita masi sama Indonesia Raya Benderapun juga sama Sang saka merah putih.. wahai pemuda pemudi apa yang kamu berikan pada ibu pertiwi? Tak perlu jawaban Tapi Berikanlah perubahan yang nyata. Rindu Ibu Pertiwi – oleh […]
Baca puisi selengkapnya…