Bintang ramadhan – oleh Sukaya

Di atas malam Ramadhan Ada jiwa yang masih merindu Tatkala ribuan do’a terabaikan. Hanya bau udara dingin mengkekar. Bagaimana dengan selimut hati tak membuat hangat sepertinya hening enggan beranjak pergi. Sang induk malang meradang lelah merasuki raga hampa. Sepertinya harap-harap cemas semakin menggila. Do’a lain terdengar sumbang. Samar tercipta dari rongga yang dahaga melewati alunan […]
Baca puisi selengkapnya…