Asing bagi Kita – oleh Sky Shucaya

Ketika malam turun Aku bersembunyi di dalam sepi Ada nafas tak menjelma membisik lirih basah, Kemari,kembali, Jemput aku agar tak sendiri lagi Temani aku bernyanyi, Temani aku bermimpi Hingga hujan berhenti pagi ini. Ku lihat kau duduk di kursi kayu tua Menatap kosong hampa keluar jendela, Ada dedaunan gugur di luar Itu nyawa roh-roh yang […]
Baca puisi selengkapnya…

 

Sumedang berpayung bulan – oleh Sky Shucaya

Dingin ya cantik… Namun kita tidak memperdulikannya Sebab tembang harapan lebih indah Di dalam amparan samak malam Dan dedahanan yang lembab Kita masih asik merajut mimpi Dan tidak ingin melepas pagutan tangan. Masih dingin cantik… berpayung bulan sumedang Angin menyelinap diam-diam Di wangi melati depan pekarangan Tak ada yang diam hingga hening sekedar sejarah. Lihatlah […]
Baca puisi selengkapnya…

 

Lika liku aku – oleh Sky Shucaya

Di peluk rangkulan ibu Di gendongan sang ayah Aku pernah menangis merengek Dan tak tahu arti hidup Hanya bermanja-manja saja. Pagi ini telah tersaing malam Aku mengeluh resah akan hidup Menagis takan guna merana Meski sekarang aku tak bisa berada di gendongan mereka Namun doanya bergelayutan di atas bibir yang ranum
Baca puisi selengkapnya…

 

Goyang Dangdut – oleh Sky Shucaya

Aku terjebak dalam tarian angin Goyang kesana kemari Dalam tepukan gendang merdu Ah…semakin larut saja Tak ingin putus asa Meski bibir ini kelu Tak dapat bernyanyi Ku dendangkan lewat hati saja Ayo goyang kawan dunia ini ramai Tak usah meneguk segelas anggur atau arak. Cukup menonton zakia gotik dan inul menari binal.
Baca puisi selengkapnya…