Wangi – oleh Siti Khodijah

Semerbak mawar merah yang tak pernah pudar… Seputih melati yang tak pernah kering… Namun semua hanya tinggal puing… Terhempas angin bersama daun kering… Bagai pelangi nan indah sekejap… Bagai langit biru tertutup awan gelap… Bak buaian indah hilang sesaat… Baru mekar mewangi indah namun terikat… Hanya mimpi bisa meraih bintang kejora… Harapan indah terhempas ditangan… […]
Baca puisi selengkapnya…

 

Kasih sajadahku – oleh Siti Khodijah

Tak henti mata selalu berkaca kaca… Setiap duduk bersimpuh menghadap Nya… Bulir air mata tak lagi tertahan… Berkata memohon ampun pada Nya… Dalam hati selalu merintih… Dalam hati slalu meronta… Kapan waktu kan tiba… Hari ceria yang selalu terangan… Rindu kan hadirnya kedamaian… Riang yang menjadi impian bersama… Bagai burung berkicau dengan merdunya… Terbebas lepas […]
Baca puisi selengkapnya…

 

Jam Pasir – oleh Siti Khodijah

Awan kelabu penuhi langit nan membiru… Seperti diriku yang bermuram kala itu… Gemericik deras hujan penuhi ruang suara… Bagai deras bulir mataku saat mengingatnya… Bisakah waktu mengulang kembali… Bukan hanya harta dan rupa… Namun kasih utuh saat bersama… Bukan intan permata yang berjaya… Tapi tawa canda yang terabaikan… Detik kian detik terus berlari… Larut hanyut […]
Baca puisi selengkapnya…

 

Dia – oleh Siti Khodijah

Sang penguasa alam mulai menyapa… Indah seindah senyumku padanya… Manis semanis tutur katanya… Ingin rasanya hanyut dalam lamunannya… Waktu pun kan terasa singkat… Bisakah kuhentikan waktu… Saat hati ini ingin didekatnya… Saat jiwa ini tak ingin jauh darinya… Dia… Mengubah semua menjadi berwarna… Menutupi cacat menjadi sempurna… Dia… Laksana peri pelindungku… Dia… Bagai malaikat penjagaku… […]
Baca puisi selengkapnya…

 

Selembut pasir – oleh Siti Khodijah

Kutatap lama daun kering itu… Bisu menerpa sekelilingku… Hembusan angin menerpa diri… Duduk terdiam diatas batu… Mentari pun tlah menuju ufuk barat… Tak ingin rasanya kuberanjak… Berat kaki ini tuk melangkah… Menanti yang tak kunjung menghampiri… Lupakah ia akan harapan itu… Masih ingatkah nyanyian nya kala itu… Tak rindukah ia pada hati yang terus menanti… […]
Baca puisi selengkapnya…

 

Lelah – oleh Siti Khodijah

Langkah demi langkah ku lalui… Langkah demi langkah tlah ku lewati… Ratusan hingga tak terhingga langkahku menapaki jalan ini… Entah sampai kapan ku berhenti melangkah… Lelah sudah rasa mendera hati… Lelah sudah tubuh ini menopang semua… Lelahnya pun tak terhitung jua… Lelah sudah… Bagai laut yang tak bertepi.,. Laksana mendaki gunung tak kunjung capai puncak… […]
Baca puisi selengkapnya…

 

Kosong – oleh Siti Khodijah

Tak tertahan sudah mata ini membendung… Bulir bulirnya tlah menetes bagai embun… Tatkala teringat kepedihan menusuk jantung… Bagai derasnya hujan membasahi daun… Gelap sunyi seperti malam rasa jiwaku… Seakan mendung nya langit turut bersendu… Tanpa canda riang juga tawa hari ini… Berat terasa bibir tuk tersenyum padamu… Entah sampai kapan sakit ini menusuk kalbu… Bagai […]
Baca puisi selengkapnya…