Merindu dan Berangan – oleh Sindi Violinda

Masih kurindu balutan dari ayah dan ibu Pikiran pun bertaut pada dekade lalu Hitungan meja dan piring berbuah duku Canda tawa bertanjak liku diiringi nada lembut Dalam angan, Andai tiadalah bencana itu Andai mereka tetap hidup Kini yang tinggal; hanya mulut berjalan Hilang semua kekuatan cinta Hilang nafas dalam gumpalan Berharap Tuhan berikan jalan Merindu […]
Baca puisi selengkapnya…

 

Seperti Embun – oleh Sindi Violinda

Embun masih suka pada dedaun Seperti rasaku padamu Ia tak peduli meski di jeruji bumi Begitu pun aku Tak peduli meski banyak lelaki Mungkin dedaun tak tahu Karena embun menangis tak terlihat Seperti dirimu yang tak tahu Betapa cintaku tak terlihat Belum lagi waktunya malam Begitu mudah dedaun menolak embun Belum lagi rasakan cinta Begitu […]
Baca puisi selengkapnya…

 

Kehangatan – oleh Sindi Violinda

Di sampingmu aku berdiri Di dekatmu aku berada Begitu hangat Saatku di dekatmu Begitu nyaman Saatku berada di sisimu Dapatkah aku merasakan kehangatan ini Di tiap detik jantungku berdetak Andaikan kau selalu menemaniku Akan terasa kehangatan ini di setiap detikku Wajahmu mengalihkan duniaku Senyumanmu membuat aku lebih semangat Suatu saat kau dan aku berpisah Sungguh […]
Baca puisi selengkapnya…

 

Kau Telah Pergi – oleh Sindi Violinda

Sahabat, aku milikmu Kamu milikku selamanya Hidupku melayang Disaat aku mengenangmu Banyak kata tak sempat kuucap Berlalu cepat kau tinggalkanku Tinggalkan semua cerita Sahabat, Ku indu canda tawamu Namun, Semua hanya mimpi Rapuh hatiku Pupus sudah harapanku Sunyi sepi hidupku Tanpa adanya hadirmu Meski tak mampu kubayangkan Kau telah pergi Meski hatiku kian tersiksa Kan […]
Baca puisi selengkapnya…