Ayah – oleh Sayyidah Musriah

Ayah . . . Seiring waktu berpacu sumbu hidup terus kau buru badai angin dan curah hujan tak membuat semangat mu pudar Ayah . . . Kau tembus malam dengan nafsu tersengal-sengal dari pintu ke pintu kau tawarkan meski harapan tak kunjung datang. Ayah . . . Nikmat malam tak kau rasakan tampak terkadang kecurigaan […]
Baca puisi selengkapnya…