Kesepianku – oleh Sandi Pamuda

Angin melintasi sembilu Awan terbang di langit biru Suara yang kian ku dengar Semakin dekat ku rasakan Ku kesepian dalam ujung keramaian Ku ingin berteriak tapi ku tak mampu Ingin rasanya ku berlari pergi dari sini Menghilangkan sesuatu yang ku rasakan
Baca puisi selengkapnya…

 

Sely I Love You – oleh Sandi Pamuda

Ku tulis nada sebuah cerita Yang telah ku rajut menjadi kain-kain cinta ku Benang sutra cinta ku ini takkan putus Yang akan lurus tak pernah kusut Melodi-melodi cinta yang telah ku untai Butiran-butiran kasih sayang ku ini terus bercucuran Tiada henti nan kering walau musim menerjang Bintang malam pun bersinar terang
Baca puisi selengkapnya…

 

Kenangan – oleh Sandi Pamuda

Hari yang indah pun datang Menantikan suatu keajaiban Bersabar tuk menantinya Hanya kenangan kokoh ini yang ada Menemaniku dalam kehidupan ini Tiada yang mampu teukir dalam relung Tiada duka yang tercipta Hanya untuk dirinya ku menunggu Menunggu dalam kesepian tak berujung Ini lah yang bisaku tulis kenangan-kenangan yang indah Saat kita bersama menjalani cerita suka […]
Baca puisi selengkapnya…

 

Tirai Hujan – oleh Sandi Pamuda

Kenapa ini semua bisa terjadi dan terulang kembali Cerita masa lalu yang tiada arti Sungguh pedih dalam keperihan luka Yang ia buat begitu saja tanpa perasaan Pelangi yang penuh warna kian menghilang Tanpa sedikit pun bekas warna yang tersisa Dalam kegelapan malam ini ku menangis Menangis bersama alam yang meredup Tirai hujan pun membasahi air […]
Baca puisi selengkapnya…

 

Menanti Cinta – oleh Sandi Pamuda

Aku menanti dan terus menanti. Menanti sebuah cahaya, cahaya yang akan meninggalkan aku di dunia. Cahaya yang aku nanti cahaya terang meskin menembus kebencian. Kebencian yang telah menjadi telaga yang kelam. Telaga kebencian yang tak berujung dan berdasar. Hati yang telah terselimuti oleh kebencian yang mendalam. Berharap kebencian itu akan sirna tanpa bekas. tapi kebencian […]
Baca puisi selengkapnya…

 

Arti Cinta – oleh Sandi Pamuda

jatuh cinta itulah manusia yang s’lalu berbunga-bunga. bagaikan surga di atas neraka. jatuh cinta adakalanya merasa sengsara. dulu cinta yang sempurna tapi kini telah sirna. cinta itu memang buta membutakan hati dan logika. jatuh cinta serasa disurga jua dineraka. pergi dan s’lalu pergi serasa disayat hati ini. karya: Sandi Pamuda http://www.facebook.com/sandipamuda
Baca puisi selengkapnya…

 

Sebuah Senyuman – oleh Sandi Pamuda

Senyuman, senyum yang telah kau berikan. Senyum, senyuman yang telah kau sampaikan. Sebuah senyuman dalam mimpi yang begitu mendalam. Sebuah senyuman nyata dalam fantasi. Sebuah senyuman yang memiliki arti dalam fantasi. Sebuah senyuman yang terindah dalam mimpi. Sebuah Senyuman – oleh Sandi Pamuda http://www.facebook.com/sandipamuda
Baca puisi selengkapnya…